Bahagia itu…. Nemu Inter(net) Murah

Bahagia itu….

Ketika gue nemu warung indomie di mall sini dengan harga jual relatif sama  dengan di warteg. Can you imagine?

Jadi, beberapa minggu lalu (pas Bulan Ramadan) gue menemukan warung Indomie di area depan kasir supermarket SM Makati. Gue sempet ngucek-ngucek mata karena harganya cuman PHP 30 saja! Di gambar banner dan keterangannya dibilang sudah termasuk telor. Gue penasaram. Masa sih?

Karena semua gambar indomie di mana-mana memang pakai telor di bungkusannya, terlepas dari itu indomie goreng ataupun rebus. Tapi pada kenyataannya, mereka dijual tidak termasuk telor. Telor, (bersama dengan) daging ayam, dan sayuran hanyalah ilustrasi semata agar kemasan tampak indah. Ya kan? IYA!

Oiya, rasa penasaran gue akan harga P 30 termasuk telor akhirnya gue pendam. Mengapa? Karena lagi puasa lah. Lagipula gue males nanya-nanya ke yang jaga booth indomie-nya. Tahu kan, wangi indomie itu bisa muncul tiba-tiba hanya dengan kita melihat gambarnya aja. Daripada gue tergoda wangi indomie lantas puasa gue batal. Ya kan? IYA!


Satu bulan kemudian….. (kurang lebih)

Akhirnya tadi malam (4 Juli 2017) bersamaan dengan perayaan kemerdekaan Amerika Serikat, gue mampir ke warung indomie tersebut. mencicipi mie instan asal Indonesia. Yes, mereka menyebutkan ini di banner-nya.

Mi Goreng

Indonesian noodles with egg P30

Ternyata beneran, mereka jual indomie matengan dengan telor seharga P 30 saja!! Kalau dikonversi ke Rupiah saat ini berarti, sekitar Rp 8 ribuan.

Berdasarkan informasi dari teman-teman yang suka mengunjungi warteg, harga matengan indomie berkisar antara Rp 8 ribu – Rp 15 ribu. Ada yang belum termasuk telor, ada juga yang sudah. Tapi tentu saja beda harga lagi kalau ditambah kornet, sayuran, cabe sekebon, dan lain-lain.

Jadi harga P 30 dan di dalam mall, relatif terjangkau lah ya.

Indomie yang disediakan di sini hanyalah Indomie Goreng. Namun selain Indomie Goreng, ada juga makanan lain, seperti:

  • Turon with langka: P 15/piece
  • Paket Turon + air mineral: P 20
  • Vegetable Lumpia: P 20/piece

Turon kalau di Indonesia disebut juga pisang aroma, yaitu pisang yang digoreng dengan lapisan crispy dan dibalur dengan karamel. Sementara langka adalah nangka. Jadi turon yang dijual di sini diisi dengan pisang dan sedikit nangka. Dengan harga P 15 atau sekitar Rp 4 ribuan per buah, turon di sini dijual dengan ukuran cukup besar. Ukuran panjangnya sekitar 30 cm dengan diameter/lebar sekitar 7 – 10 cm.

Jika dibandingkan, harga turon jika dibeli di pinggir jalan bervariasi, kurang lebih sekitar P 10. Tentu saja dengan ukuran lebih kecil.

Untuk vegetable lumpia sudah jelas lumpia yang diisi dengan sayuran. Sayuran utama yang menjadi isi lumpianya, antara lain toge, dan kol.

Ate* penjualnya akan bertanya apakah pesanan indomie-nya mau pedas atau nggak. Perbedaannya kalau pedas, berarti ditambahkan bumbu saos standar yang ada di dalam bungkus indomie-nya. Sementara kalau tidak pedas, bumbu saosnya dibuang. Nggak spesial banget ya pedasnya? IYA!

Berhubung gue suka pedas, maka kemarin gue taburkan lagi Boncabe.

Catatan:

  • Indomie dan makanan lain yang dibeli bisa untuk take out atau dine in. Kalau mau dine in ada aturan clean as you go. Jadi tolong bersihkan sendiri meja yang digunakan sehabis makan as courtesy to other customers.
  • Mereka kadang tidak menjual air mineral secara terpisah dari paket Turon + Air, jadi minuman bisa bawa sendiri, beli di supermarket, atau booth lain sebelum ke sini.

*Ate: panggilan untuk kakak perempuan dalam Tagalog.

Leave a footprint :D

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s